Lembar Kerja

Pembagian lembar kerja didasarkan pada hubungan dengan bengkel mekanik dan sudah disebutkan pada bab sebelumnya bahwa urutan dapat diimprofisasi sesuai dengan keadaan yang ada dan pembagian tersebut terdiri dari;

  • Penyolderan kabel solid/ pejal berisolasi pada matrik/ papan matrik
  • Pembuatan lay out/ jalur PCB dari kertas grafik sampai kertas HVS
  • Pembacaan nilai resistor/ hambatan dengan kode warna
  • Penyolderan kabel solid 2 dengan kondisi kabel agak korosi
  • Pembacaan nilai kapasitor dengan angka tertera
  • Pengukuran dioda dengan mengunakan Ohm meter
  • Pembuatan lay out power supply sederhana/ bag regulator
  • Penentuan sambungan kaki transistor bipolar/ BJT dengan Ohm meter
  • Teknik pensablonan pada kertas, pembuatan screnning pada scren nylon
  • Pengenalan bahan sablon dengan media pengerjaan air/ Ulano 133, 5, 8
  • Pemantapan penggunaan sablon sebagai alat produksi massal
  • Pelatihan pemantapan penggunaan rumus V= I . R dan P = I . V dan turunannya .
  • Perancangan jalur/ Lay out dengan meperhatikan arus yang lewat, berlandaskan hasil riset CEDC India.
  • Pembuatan daftar dan gambar pictorial semua komponen yang digunakan pada latihan yang berlangsung, sebagai bahan perencanaan jalur atau pintorial PCB.

Sesuai dengan perkembangan yang mungkin terjadi tidak tertutup kemungkinan latihan yang disebutkan akan ditambahi dengan pekerjaan ketrampilan lebih lanjut ini,

  • Penyolderan komponen pasif dan aktif dengan PCB yang sudah jadi
  • Pelepasan komponen yang sudah terpasang pada PCB dengan teknik penyedot timah dan pengungkitan termasuk pelepasan paksa
  • Pelatihan pembuktian hukum hukum arus tegangan dan daya dari rangkaian dasar elektronik

Lembar kerja I

Judul : Penyolderan kabel solid (pejal) berisolasi pada papan matrik

  • Tujuan : Setelah melakukan latihan pada lembar kerja I diharapkan mahasiswa dapat mengenali cara mensolder secara dasarPrasarat : Pengenalan alat baut solder, tinol, PCB matrik, bantal setanAlat : Solder listrik 30-40 watt ujung lancip, cutter (pemotong), tang potong, tang lancip, pengaris.

    Bahan : PCB matrik, kabel pejal diameter kawat 0.5 mm, tinol, kertas gosok halus

    Cara kerja :

    Periksa kondisi PCB matrik, jika bersih tanpa karat maka siap untuk digunakan, jika mulai ada karat bersihkan dengan kertas gosok pelan-pelan pada pad yang akan disolder sesuai dengan susunan penomoran dibawah ini,

    C1 ke c7 e1 ke e7 g1 ke g7 i1 ke i7

    K1 ke k7 m1 ke m7 o1 ke o7 q1 ke q7

    Penyambungan dengan kabel menempel pada bagaian isolator (pictorial)

    Selanjutnya penomoran dengan pemasangan tegak pada sisi pictorial juga,

    T2 ke v2 t4 ke v4 t6 ke v6

    Dari keterangan gambar tersebut diatas mengenai pengertian menempel pada pictorial dan berdiri pada sisi pictorial masih ada satu lagi yang disebut melalui, gambarannya sebagai berikut,

    Maka penomoran yang harus dikerjakan adalah,

    N4 ke p4 melalui n10 dan q10 g4 ke a10 melaluig10

    I4 ke c12 melalui i12

    Perlu diingat kaki kupasan (kawat) kabel harus juga diperhatikan kekorosianya, jika terjadi, korosi perlu digosok dengan kertas gosok sehingga cukup bersih dan selanjutnya dilapisi timah dengan solder titis saja, cara melapisi mengingat gravitasi bumi, dengan meletakkan seutas kabel tersebut tegak dan pelapisan dimulai dari sisi yang dekat dengan isolasi kabelnya,

    Setelah lengkap mengenai penomoran untuk pad dan kaki kabel yang akan disolder dan persiapan kabel yang akan dipasang, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan baut solder listrik, periksa tegangan operasi harus 220v, permukaan tip (ujung sentuh harus bersih dan terlapis timah jika tidak panaskan dulu beberapa saat selanjutnya bersihkan dengan bantal setan yang sudah dibasahi terlebih dulu dengan air, setelah terusap bersih segera sentuhkan tinol pada ujung panas tersebut agar terlapisi timah, saat ini sudah dapat anda lakukan penyolderan sesuai dengan pad yang ternomori, suatu saat jika terlalu lama mempersiapkan penyolderan atau media yang disolder belum siap perlu kiranya mengoperasikan solder pada setengah (1/ 2) daya jika disediakan pada pengatur baut solder, jika tidak lepas dulu baut solder dari stop contak listriknya hal ini selain penghematan juga menjaga ujung sentuh panas baut solder jadi awet ! , perawatan baut solder yang lain adalah selalu meletakkan baut solder pada tempat terminal yang sudah disediakan jangan diletakkan diatas meja kerja langsug sebab akan membakar kayu meja tersebut.

    Untuk dasar operasional penyoldera dapat dibaca bacaan/ reader berikut;

    Tips on Soldering

    Good soldering results depend on a few but important steps to follow as outlined below.

    1. Pre-heat the soldering iron for approximately five minutes, tin the tip, and roll the tip on a moistened sponge until it appears bright and shiny. Brush the soldering iron tip on the moistened sponge prior to each use to remove burnt rosin and to ensure proper heat transfer.
    2. Place the pre-heated, tinned, soldering iron tip, simultaneously, against the printed circuit board foil and the component lead for approximately three to five seconds as in Figure 1 below.

    Apply solder to the component lead opposite the soldering iron and permit the solder to melt evenly around the connection as indicated in Figure 2. Do not apply solder directly to the soldering iron tip.

    Next remove the solder and then remove the soldering iron. This sequence is important as reversing it may result in a cold solder joint. Permit the joint to cool before attempting to move the part or otherwise stressing the joint. The soldering joint when properly soldered should appear bright and uniform with an even miniscus as indicated in Figure 3 below.

  • Penilaian untuk pekerjaan penyolderan didasarkan pada;
      • Kematangan hasil solderan dengan indikasi mengkilat sebab untuk latihan ini digunakan tinol dengan perbandingan 60/40, karena jumlah timah putih lebih besar maka akan didapatkan hasil yang mengkilap
      • Pokok kepanjangan kaki komponen (kabel) harus tertutup oleh solder agar tidak terjadi korosi dikemudian hari
      • Keadaan isolasi kabel meleleh atau tidak jika tidak meleleh maka termasuk baik
      • Keamanan dan perawatan perangkat solder (baut solder listrik)
      • Waktu penyelesaian pekerjaan
      • Diharapkan pada penyolderan yang terakhir semakin baik hasilnya
    NO Sambungan Hasil/ koreksi Keterangan

    Lembar Kerja II

  • Judul : Pembuatan Lay out (Jalur PCB) dari kertas grafik ke HVSTujuan : setelah melakukan latihan dan membaca bacaan terlampir mahasiswa diharapkan dapat membedakan lay out dan pictorial disamping mengenali alat alat pembuat lay out, mengenali berbagai aspek tentang copper clad sampai PCB terutama pengaliran arus yang mungkin terjadi.Prasyarat : hukum fisika mengenai resistansi, ilmu bahan dasar isolator dan konduktor, bentuk-bentuk pad lay out

    Alat : pinsil, pengaris, rapido, penghapus

    Bahan : kertas milimeter blok, kertas HVS, letter pres

    Cara kerja :

    Perhatikan rangkaian regulator sebagai berikut;

    Dari gambar regulator tersebut dapat dikenali berbagai komponen mulai transistor resistor maupun kapasitor, ukur dimensi untuk setiap komponen yang tertera dan arsipkan secara baik dalam map kelompok sebagai acuan membuat diagram pictorial, sebagai contoh untuk pengambaran pictorial sebagai berikut;

    Bagan bagan utama telah disampaikan maka pelaksanaan lay out dapat dilakukan dengan mengingat sambungan kaki komponen dilihat dari sisi bawah berkebalikan dengan sisi pictorial, untuk ketepatan antara pictorial terhadap lay out perlu penandaan berupa segi sudut dan mungkin ditambah bentuk huruf yang tidak mungkin terbalik,

    Catatan penting untuk lay out;

    Panjang jalur usahakan sependek mungkin tapi masih punya nilai seni, sementara belum diharuskan membuat jalur yang sangant pendek misalnya untuk frekuensi tinggi.

    Penggunaan kertas grafik untuk menepatkan ukuran pictorial dan lebar jalur, selanjutnya kertas HVS untuk dapat di foto copy ke bentuk kertas kalkir sehingga dapat dijadikan klise untuk screen sablon .

    Bahan dasar PCB adalah PCB kosong (Copper Clad) yang terdiri dari isolasi umumnya dari Pertinak dan koduktor dari tembaga yang direkatkan dengan perekat.

    Perpaduan antara filler dan resin merupakan bahan isolator dan perekat langsung.

    Pengunaan pengaris sling sehingga jejak ujung rapido tidak terseret pengaris,

    Penggunaan rapido untuk menghitamkan jalur dan blok pada pembuatan lay out di kertas HVS.

    Selesai pembuatan jalur tersebut dapat langsung di foto copy kedalam kertas kalkir dan siap digunakan sebagai klise screen sablon.